Wednesday, April 7, 2010

Kongres PDI Perjuangan

Triunfo Del Amor - Guruh Sukarnoputra menyatakan, jika diminta kembali bergabung di kepengurusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ia akan berdiskusi panjang dengan ketua umum terpilih. "Jika PDI Perjuangan menjadi partai yang oligarkis, hanya menampung kepentingan aspirasi elite partai, saya tidak mau," kata Guruh, Rabu (7/4), di Sanur, Denpasar, Bali.

Ia menyatakan, memang ada sejumlah elite partai yang ingin menjadikan PDIP sebagai alat kepentingan mereka sendiri. "[Tapi], saya tidak mau menyebut nama. Tidak etis," kata adik Megawati Sukarnoputri yang upayanya mencalonkan diri sebagai ketua umum di Kongres III PDIP terganjal itu.Sekalipun mengakui tetap menghormati persaudaraan, baik secara biologis maupun ideologis, Guruh Sukarnoputra mengungkapkan, komunikasinya dengan sang kakak sulung Megawati Sukarnoputri terputus. Ia mengatakan itu dalam temu wartawan di Segara Village, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/4). Terutama, sehubungan dengan tekadnya sejak awal melakukan penyelamatan partai dan kakaknya itu dari kelompok elite tertentu yang disebutnya sebagai "para begundal" dan kaum "keblinger".

"Sebenarnya kami selalu berhubungan, dan saya selalu berinisiatif membangun komunikasi itu. Tetapi belakangan (terutama menyongsong dan di saat Kongres III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Bali--Red.), hubungan kami terputus," ungkapnya kepada pers, yang datang di Segara Village, Sanur, sekitar 500 meter dari lokasi kongres di Hotel Inna Grand Bali Beach.

Guruh Sukarnoputra menambahkan, penyelamatan partai--dari upaya para "begundal" yang mengarahkan PDIP semakin jauh dari landasan ideologi Pancasila serta ajaran Bung Karno lainnya--mestinya bisa dilakukan. Terutama, bila Megawati tidak dibiarkan dikelilingi kaum "keblinger" tersebut.
"Dan sebelum ini (kongres), kami selalu berhubungan. Saya selalu melakukannya. Tetapi belakangan mbak Mega belum memberi waktu. Tanyakan ke dia saja," katanya. Padahal, imbuh dia, ia berharap bisa terus memberi masukan kepada kakaknya itu tentang upaya menyelamatkan PDIP sebagai partai rakyat sejati, yaitu kekuatan politik "wong cilik" berideologi ajaran Bung Karno. Faktanya, menurut Guruh, kini PDIP semakin jauh dari jati dirinya itu.

No comments:

Post a Comment