Friday, April 23, 2010

Pidato Kita

Bikini - Persaingan Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng dalam bursa ketua umum DPP Partai Demokrat makin panas. Kubu Anas menyatakan dukungan untuk politisi asal Blitar ini terus ’’diganggu’’ pihak lawan.

’’Kita mendapat laporan. Tapi, biarkan saja mereka pakai cara seperti itu (intimidasi), itu justru tidak menarik simpati. Mungkin mereka kurang percaya diri sehingga melakukan hal itu,’’ kata Ahmad Mubarok, pendukung setia Anas, di Jakarta, Rabu (21/4).

Sebelumnya, dalam konsolidasi di Jawa Timur dan Bali, tim Andi Mallarangeng memang meminta dukungan DPC secara tertulis dengan membubuhkan tanda tangan. Bahkan beberapa DPC yang tidak hadir atau berhalangan ditelepon agar juga memilih Andi dalam Kongres PD mendatang.

Mubarok yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu mengatakan, dukungan terhadap Anas tidak akan berubah walau ditekan dan diintimidasi tim kandidat lain. Sebab, Anas menawarkan program dan komitmen pembangunan partai sehat dan berwibawa.

’’Mereka melakukan cara-cara yang tidak fair itu karena melihat begitu kuatnya dukungan DPC kepada Anas. Kita tidak akan mereaksi. Biarkan saja. Justru cara mereka membuat kita semakin solid dan kuat,’’ papar Mubarok.

Sebelumnya, Mubarok membeberkan penyebaran SMS yang mendeskreditkan Anas. SMS pertama terjadi saat Anas akan deklarasi. Bunyi SMS itu, ’’Deklarasi Anas batal’’. SMS kedua, ’’Anas tidak direstui SBY’’. SMS ketiga memelintir isi pidato Anas dalam Deklarasi.

Dalam pidatonya, Anas menyatakan bahwa peran SBY yang sangat penting dan sentral bagi Partai Demokrat ingin ditransformasikan dengan menjadikan Demokrat sebagai partai modern. ’’Namun kemudian dipelintir seakan-akan Anas ingin melepas Demokrat dari pengaruh SBY. Seolah-olah Anas ingin memutus peran SBY,’’ tutur Mubarok.

Mubarok juga menyatakan meminta DPC dan DPD yang mendapat tekanan dari tim sukses calon tertentu untuk tidak melawan. Namun, justru membuktikan perlawanannya saat Kongres dan pemilihan ketua umum. ’’Kita menganjurkan berpolitik secara dewasa, kita tidak minta tanda tangan dukungan, apalagi menekan. Kita akan tetap menggunakan cara yang soft power, bukan hard power,’’ ujarnya.

Tentang klaim kubu Andi Mallarangeng yang mendapat dukungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya, Mubarok yakin SBY tak berpihak. SBY tetap memberikan restu kepada semua kader PD yang maju.

Dalam beberapa kesempatan, tim Andi Mallarangeng memang terus mengampanyekan dukungan keluarga SBY kepada Andi. Bahkan secara terang-terangan tim sukses Andi yang juga ketua DPD PD DKI Jakarta, Nahrawi Ramli, mengklaim SBY hanya mendukung dan memberi restu Andi.

Klaim kubu Andi ini diperkuat masuknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam jajaran tim sukses mereka. Ibas bahkan ikut road show dan kampanye untuk kemenangan Andi. Dalam beberapa momen konsolidasi tim Andi, Ibas juga membacakan deklarasi dukungan DPD dan DPC yang hadir.

Kongres Partai Demokrat digelar 21-23 Mei mendatang di Bandung. Kubu Andi mengklaim telah meraup dukungan 70 persen pemilik hak suara dalam Kongres Demokrat. Anas yang berasal dari Blitar juga terus konsolisasi. DPD dan DPC Jawa Timur banyak yang mendukungnya. Selain itu, politisi senior PD seperti Achmad Mubarok, Ruhut Sitompul, Yahya Sacawiria, Benny K. Harman, dan Angelina Sondakh ada di barisannya.

Sebenarnya ada calon ketiga, yakni Marzuki Alie. Mantan Sekjen Partai Demokrat meski tak mendeklarasikan diri menyatakan siap dicalonkan memimpin Demokrat. dtc, ins

No comments:

Post a Comment